13 August 2015

Bicara dengan baik, atau diam ?

​Ini tentang kejadian hari ini, setiap pagi saya biasa berusaha menghindari gadget, semalam ramai betul bahasan berbagai topik di group. Saya termasuk tipe orang yang lebih suka menyimak dan cenderung akan aktif di group untuk bahasan-bahasan yang ringan. dari bahasan bagaimana membuat "Cireng" yang mantap, kemalingan, sampai bahasan susahnya registrasi S2 MM yang memang konon belum terhubung dengan system akademik onlinenya.

menjadi salah satu anggota group di sosmed memang jadi sarana hiburan tersendiri, apalagi komunikasi dengan berbagai macam manusia terjadi di dalamnya, tapi juga menurut pengalaman saya, sebaiknya tetap berhati-hati. Berhati-hati dan berpikir dua kali sebelum kita mereply pembicaraan dalam komunitas yang tidak semua kita kenal dengan baik. Atau yang terjadi adalah bentrokan dengan muatan negatif, ujungnya ribut terbawa dalam suasana sebenarnya.

Ada tipe manusia yang cara berpikirnya terbatas. terbatas dalam artian ketika dia komentar dia tidak akan berpikir efeknya, tapi cenderung hanya "penting untuk dikeluarkan dari isi kepalanya". cara terbaik menghadapi manusia seperti ini adalah dengan cara mengabaikannya, tapi menurut saya ini berlaku untuk semua komentar negatif yang muncul dalam proses komunikasi.

Tetapi inti dari komunikasi itu adalah ini :

"Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka muliakanlah tamunya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berbicaralah yang baik atau diamlah" (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Semoga saya bisa menjadi salah satu diantaranya.