7 March 2012

Kemana Hira ?

Pekerjaan sore itu tidak terlalu banyak juga biasa saja, hanya hari ini lebih istimewa karena hari ini Ibu dan Bapak akan pergi ke Jogjakarta untuk menghadiri acara seribu harinya Almarhum Simbah Putri Manto, dan seperti biasa jalanan macet, saya harus segera pulang ke rumah.

Meski awalnya mereka sepakat pergi jam satu siang, nyatanya waktu saya sampai di depan Gang rumah, Kakak ipar saya sedang sibuk menata barang di kursi belakang mobil. Saya baru saja mau belok kedalam Gang, melihat Ibu sedang menjerit-jerit ke arah kakak ipar.

"Hiraaaa manaaa???? Hiraaa manaaa? enggak ada dirumah!!! "

Saya kaget, diotak saya jeritan itu diterjemahkan "Hira ilang dan mereka ngga tau dia ada dimana?", melihat jalanan macet, tidak mungkin rasanya kalau Hira sembarangan jalan tanpa orang yang dia kenal ke arah jalan raya atau masuk masuk ke Gang di sekitar rumah neneknya.

Demi Allah yang Maha Melindungi, seluruh badan rasanya ringan, mati-matian berpikir logis dan tidak langsung menyalahkan orang orang di rumah. Astagfirullah...dimana Hira? semua orang seperti panik, saya hanya ikut jalan dan siap siap dengan segala kemungkinan.

Ditanya tetangga, Pak Amin yang memang kebiasaannya duduk didepan rumahnya menghabiskan masa tua sambil duduk-duduk menikmati sore hari, "Tadi mah da papah kaditu neng, nyalira " (tadi dia jalan sendiri ke arah sana- red) sambil menunjuk ke arah rumah uwaknya..(uwak adalah kakak perempuan saya) dan semuanya menuju rumah kakak perempuan saya. debaran jantung ini seperti badai ya Allah, bagaimana saya harus kasih tau Ayahnya nanti kalau ada apa-apa? :(

Dan lihat, Tikus kecil itu sedang berjalan ke arah rumah uwaknya sambil menenteng sebungkus permen fox dan gitar kecil berwarna hijau sebesar telapak tangan, yang baru dibeli dari Indomart bersama neneknya tadi. Pipi kotor bekas ingus yang kering, bajunya masih sama dengan baju yang dikenakan sewaktu saya mencium pipinya tadi pagi,  dengan wajah marah dan heran memandang kami yang menyerbu dia

"Kenapah semuanya cariin Hira !!!" Hira mau ke Jogja tauuu !!! " jeritnya, lalu meracau bahwa dia tidak suka dengan ibu dan ayahnya karena pasti melarangnya ikut ke Jogja

Saya lemas, lega dia tidak kemana-mana, ternyata dia begitu antusias ingin pergi ke kota Jogja bersama nenek, aki dan kakak riza. Alhamdulillah...saya tidak mau emosi dan hanya bilang "Hira kemana aja? Ibu kangen" ...tapi shock terapy yang Allah berikan tadi lumayan membuat saya banyak berpikir...Hira adalah hidup saya...seketika saya merasa tidak hidup sampai malam tibapun saya bermimpi buruk...saya, kami harus lebih berhati-hati lagi...

"tempat permen buatan Hira"
Sore itu, Hira merajuk ingin ikut ke Jogja, tapi saya bilang kalau nenek bukan mau ke jogja tapi mau ke Dokter Bana, Aki dan Kaka Riza mau ke Mesjid karena sudah dekat magrib. Akhirnya Hira setuju untuk tidak ikut dan mengajak saya ke ruang atas.

"Hira kita bikin tempat permen yuk?"
"Iyaaah, Hira pernah nonton di tipi pake botol bekas di iket-iket, bagus deeh "

dan sore itu sebelum mandi, saya biarkan dia berkreasi dengan botol Oxy bekas, membuat tempat permen dari botol bekas mengalihkan pikirannya dari acara ke Jogja. Meski kita berdua sering adu argumen saat membuat tempat permen tersebut. saya sangat bahagia betapa saya sangat sayang sama Hira...

Ya..Allah, maafkanlah semua dosa saya...ampuni saya, lindungi selalu anak saya dimanapun, terutama saat saya sedang tidak bersamanya...Amien.

No comments: