16 March 2012

Menjahit baju anak perempuanku..

Gara-gara kemarin menjahit baju untuk saya, Hira prostes sepertinya sedih karena dia ngga dibuatkan baju yang bisa muter kayak putri kerajaan. Kemarin saya tanya "Hira mau dibuatin baju sama Ibu?" jawabannya mau sambil loncat-loncat,

Baru pulang dari kantor saya sudah ditagih, "katanya mau bikin baju buat Hira?" ..saya langsung tanya sama neneknya, neneknya punya kain nganggur atau tidak, kebetulan nenek memang nyetok kain yang tadinya akan dijahit sendiri.

jadi saya buat polanya sambil nonton pendekar rajawali di Indosiar. dari jam 6 selesai jam 9 malam...setiap menyatukan pola Hira selalu pengen nyoba, makanya agak lama.
Baju buatan Ebona Fahira
Hira pakai baju ini cakep deh, jadi anak perempuan banget, tomboynya ngga terlalu keliatan. Tadi pagi dia bangun minta mandi (pake air dingin )   karena mau pakai baju baru buatan ibu, saya sampai geli karena biasanya dia malas bangun dan mandi pagi.

Setiap anak pasti senang kalau dibuatkan baju oleh ibunya, termasuk saya , semasa kecil saya senang sekali kalau ibu membuatkan saya baju, walau kadang-kadang dipakenya kurang enak dibadan hahaha, mungkin dulu ibu saya juga sama seperti saya sekarang..masih proses belajar menjahit ..tapi setidaknya saya sudah memberikan kesenangan itu pada Hira. 

Ibu mana yang ngga senang ngeliat anaknya bangga pakai baju buatan ibunya sendiri? ...

15 March 2012

Prakarya "menjahit baju" lagi

Sudah lama banget ngga bikin baju, sisa kain bekas buat gamis dulu saya bawa ke rumah neneknya Hira, disana ada mesin jait juga, plus buku pola, dan kemarin saya buat pola ditemenin Hira, seperti biasa pasti ribut jadinya, gunting, kertas koran dan pinsil saya sediakan dua. dan akhirnya kami berebut meteran...

"dari butik ebona Fahira, foto bersama Bu Ratih
Dari jam 5 sampai jam 7 malam ..inilah hasil prakarya , nanti kalau saya sempat saya akan bagi polanya :), bajunya sempet disandra sama Hira, si bocah rupanya pengen dibuatin baju juga

14 March 2012

Imajinasi anaku

Pernah merasa takjub dengan kata-kata yang keluar dari anak kecil? saya sering dan sekaligus terbahak-bahak dibuatnya, dan ini cerita minggu ini yang bikin saya takjub

Boneka Punya Hira

Ibu :  "Hira taruh yuk bonekanya, itu punya ibu lho"
Hira : "Bukan ini punya Hira"
Ibu : "Punya Ibu"
Hira : "Ibu salah ini punya Hira tau" (sambil memegang erat si duffyduck)
Ibu : "Itu mainan Ibu waktu Hira belom lahir"
Hira : "Kan dulu ibu pernah makan boneka ini, masuk kedalam perut terus Hira ambil didalem perut ibu"
Ibu : *jep paaapaaaawwww....* pingsan.


Memberi Makan Hiu
Tiba-tiba dia kasih saya dua mainan, satu bentuknya seperti donat, satu lagi partisi dari mainan yang rusak berwarna hitam dia bilang "Bu ayo cepet kasih makan Hiu nya" ...Heh ??? Hiu mana kita punya Hiu ?? , Itu di laut !!! Laut yang dia maksud adalah tangga...dan selama sejam saya harus memberikan makan si kumpulan Hiu invisible...,
"Ibu..jangan takut, Hiunya lagi cari anaknya !!! tapi ada Ayahnya !!" teriaknya heboh, saya juga sama gilanya...
"Oh tidaaaaak anaknya kabur, dikejar Ibunya!!! sambil ekspresi lebay, lalu ditimpali "Tenang Ibu...ayahnya yang nyariin anak hiunya!!" ....sampai saya kecapekan sendiri...

Ayo kasih makan Hiu !

Enggak bau kok
Suatu waktu diantara jam 10 atau jam 11 malam, saya sedang bercerita tentang kliting kuning dan merah (cerita warisan dari Mbah kakung) ...dan Hira nungging-nungging bercanda sampai pantat kecilnya neplok didekat muka "Dhuuuuutttt" ..."Waduuuh, hira itut nih bau banget, Iiiih bauuu " saya tutup hidung dan dia dengan manis menjawab "Eeeeeh Ibu yang bau itu cuma kentutnya ajaaa,....e'e nya mah enggaaaaaaak" ....
(What????? sejak kapan????? )

Ingin Cantik
"Ibuuuuu...., tau ngga Hira kan lebih cantik dari ibu?" , "trus mau apa kalo lebih cantik?", Hira mau dandan kayak ibu kalau mau pergi kerja....dan beautyclass bersama Hira...lalu sibuk pamer kecantikan sama Nenek dan Aki nya. Menjelang Tidur .... "Ibuuuuu hapus dong ini lipstik nyaa, kalo nggak dihapus nanti bibir Hira manyun terus, Hira kan capeeeek, tar ngga bisa tidur" ... "Hahahahahahahahaha"

Beauty Class - Fahira


12 March 2012

berkunjung ke kebun Binatang

main ke kebun binatang
Kebun Binatang Bandung adalah tujuan wisata weekend kali ini, dengan tiket masuk Rp 15000, Hira bisa langsung melihat binatang-binatang yang ada di Kebun Binatang Bandung, pergi hari sabtu waktu itu sepertinya kita kurang beruntung, karena hujan turun dan kita sempat menunggu hujan di depan kandang Gajah.

Gajah sedang makan Ubi dan rumput, kulitnya tampak tidak terawat, dari semua hewan yang dilihat Hira, yang paling disukai sepertinya Ular. sayang ular-ular itu tidak diberikan tempat yang layak, kelihatannya kurang terawat. kacanya kusam dan ada ular yang ekornya cacat bekas dibakar. Dulu kita sempat berkunjung ke kebun binatang, waktu itu Hira belum bisa banyak bicara seperti sekarang. 

Tapi yang paling membuat Hira tertarik sepertinya tidak hanya hewan-hewan yang ada di Kebun Binatang, melainkan tembakan balon air yang harganya limabelas ribuan ahahahahaha,.....

Hira ikut lomba mewarnai

Lomba mewarnai 11 Maret 2012 - Borma Pasir Impun
Iya :) , anak kecil bertas sapi dipunggung itu adalah Hira, yang tiba-tiba semangat mandi pagi waktu hari Minggu, karena hari Minggu dia mau ikut lomba mewarnai di toko fav nya yaitu Borma. 

Saya dan Ayahnya, semangat banget nganterin dia ikut acara ini, meski hanya sekedar bersenang-senang tapi ini adalah pengalaman kami yang pertama. Diantara banyak peserta Hira seperti bingung dia harus bagaimana, tapi tidak lama beradaptasi dia segera memperhatikan lingkungan sekitarnya. 

Ini juga pengalaman Hira yang pertama, begitu lomba dimulai, konsentrasinya malah terpecah pada aksesoris balon di pinggir tangga dalam toko. "Ibu, Hira mau balon !" balonpun langsung saya cabut hehehehe dari pada dia ngamuk ditempat gara gara balon, lalu dia mulai mewarnai dan konsentrasinya terpecah lagi oleh susu coklat yang dihidangkan panitia. Hihihihihi dia sibuk minum ...

Balon, dan crayon ditangan cukup membuat dia kerepotan, beberapa kali crayonnya jatuh, saya dan ayahnya geli sendiri ngeliat tingkah lakunya. Disaat yang lain mewarnai, Hira malah menyusun crayon berbentuk X . "Ayo terusin ..bagus" kata si Ayah. saya sibuk motret. 

"Ibu..ngga ada warna pink!" prostesnya, gambar tokoh yang harus diwarnai dicontoh itu memang pakai baju pink, tapi paket crayon yang di belikan ayah tak dilengkapi warna pink. "Udah pakai merah aja!" Hira merengut dan bilang "Hira udahan gambarnya..." 

Hahahahaha...lalu kita pulang deh, tidak ikut sampai akhir. gambar dua bocah yang harus diwarnai tidak sukses diwarnai penuh. Tapi kami, senang dan bahagia :) ....

9 March 2012

Suatu hari disuatu tempat

Sebelum mengadukan seseorang...dan membicarakan seseorang tentang sisi negatifnya, baik tentang kinerjanya atau prilakunya, harap ingat bahwa orang yang ada didepan anda (which is partner atau atasan anda yang sedang melihat anda sekarang -saat mengadu,mengeluhkan,menjelekan orang yang anda maksud) sedang berpikir dan berkata didalam kepalanya :

Seperti percakapan antara si Asin dan si Obos

A: Bos, si X tuh ngga ada kerjaan deh, kerjanya tu BB an melulu kalo enggak pesbukan
Bos : "Terus yang lo kerjain apa?"  -- sibuk merhatiin kekurangan orang lain, sampe kerjaan yang gw kasih aja hasilnya ngga bagus, kayak yang lu bagus aja

A: Bos, dia tu orangnya suka nolak-nolak kerjaan, pilih-pilih, ke si A baek ke aku sih enggak..dia susah diatur udah pecat ajalah bos
Bos :"Lu kayak bunglon" -- bukan orang yang baik karena dia pasti berhati iri dan dengki, suatu saat bukan tidak mungkin orang kayak lo bakal sering ngejelekin gw dibelakang.

A : "Dia tu ngga bisa diatur, kerja ngga becus, suka telat, gaulnya aneh terlalu pecicilan, aku mah ngga suka da ngeliat dia teh"
Bos : "wah mukanya banyak" -- jadi maksud lo , lo lebih baik dari orang yang lo jelekin, kayaknya orang yang barusan lo ceritain itu mirip sama lo  ? sambil ngelirik cermin.

A : "Bos, dia kan selingkuh sama si X, malah katanya sampe kencan and jalan bareng lho...katanya lho bos"
Bos : Amit-amit yang diomongin kok cuma kayak ginian, mbok ya masalah kerjaan aja gitu, omongannya ngga berkelas,..macam rumpi tingkat pembokat sedunia.




dan begitulah disuatu tempat...suatu waktu, ketika seseorang merasa dirinya lebih baik dari yang lain, merasa lebih pintar, lebih berkuasa...dan lebih disukai banyak orang :) ....be real ...yang terlihat mungkin sebaliknya.... :)



Kolase Neng Hira

"gunting, lem dan tempel"
Masih dalam rangka menikmati majalah kreatif mombi, sore ini menunya adalah kegiatan kolase, menempel pola pada gambar pesawat, beberapa bulan ini saya dan si ayah agak rajin mengenalkan huruf dan abjad, sengaja dibuat tidak serius, seperti pada saat membaca majalah atau melihat plat mobil di jalan raya.

Sore kemarin kegiatannya adalah menggunting, menempel dan menge-lem. setiap pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan baik saya diwajibkan Hira untuk memberi tanda contreng (V), ekspresi wajahnya senang sekali kalau saya mencontreng sambil memberikan pujian ..hihihihi.... *momen berharga*

Hadiah yang Hira berikan untuk saya dan mas, hari ini adalah nama yang dia tulis sendiri tanpa saya lead .. F A H I R A ..semuanya memakai huruf kapital, saya potret dan saya kirimkan gambar tersebut ke ayahnya.

Sebenarnya malam kemarin  suasana rumah agak spooky, hari itu di daerah Sukabirus terjadi peristiwa perampokan yang berujung dengan pembunuhan seorang siswi IT Telkom. dan dirumah hanya ada saya dan Hira, meski dirumah sebelah ada anak kosan tetep aja, rasanya ngeri, tapi demi Hira malam itu saya harus beli susu UHT rasa strawberry, susu UHT itu wajib diminum sebelum tidur, sudah seperti sesajen saja :p . Saya nggak bisa ninggalin dia sendirian dirumah, jadi kami berdua pergi ke Indomart yang jaraknya tidak dekat kalau pake kaki ..hehehe

Di dalam Indomart, Hira bercanda. Saya harus memasuki lorong etalase yang berbeda, permainan ini sebetulnya sangat menyebalkan, karena saya suka sulit mengontrol dia didalam toko "takut ada barang yang jatuh" ..plus takut dianya jatuh.

Susu sudah dimasukan, 12 dus susu UHT 200 ml dan lalu saya berjalan ke bagian deodoran dan kosmetik, jongkok sambil memperhatikan produk Olay disitu. tiba-tiba hira mendekat ke arah saya berbisik dengan mata yang nakal 

"Ibu...Hira kentut, bau apa coba?" ...... saya jawab "bau banget !" sambil tutup hidung,...oh tidak-tidak jangan harap kamu bisa pup di Indomart, karena kita akan pulang dengan segera,..."gw mesti ngempit pantat kecil"  saya bergegas ke kasir dan membayar semua belanjaan...Hahahahaha konyol banget sih ah
"

8 March 2012

Belajar Membaca dan menulis dan membuat prakarya

"Ibu...kamu telah gagal nonton kim nana!!!"

Teriakan Hira dari ruang tengah, maksudnya adalah saya tidak berhasil nonton serial City Hunter di Indosiar, iya ngga penting juga soalnya sudah nonton dari DVD. Yang saya tunggu adalah serial si Yoko "masih shock karena tangannya kepotong" meski saya sudah pernah nonton waktu tokoh Yoko diperankan Andi Law, ternyata versi yang terbaru ini kemasannya lebih bagus. Satu satunya yang ngga masuk akal di serial ini adalah burung rajawalinya... ( Mas punya pendapat kayak gitu yang sepertinya saya setuju hehehhe), saya ingat kalau didalam tas saya ada majalah baru.

Sore sebelum pulang kerja saya beli majalah Mombi, majalah kreatifitas buat anak, Hira paling suka bonus-bonus kegiatan lem-mengelem atau gunting menggunting, isinya kebanyakan juga mengolah otak untuk berpikir. seperti mencari perbedaan gambar, atau mencocokan. Sambil iseng saya mengajak dia belajar mengenal huruf dan membaca.

"M, O, M, B, I ....bacanya jadi apa Ra ?"

"Bubu !!!!"

"Lho ini mombi? bukan bubu Ra?"

"Bukan ini bubu temennya Kuji, warnanya Biru, ibu lupa ya, kata Hira juga itu Bubu, bukan Mombi?"
Mombi  dan Bubu 

Baiklah, saya berhenti berdebat. lebih baik mengajak dia membuat prakarya dan setelah itu mengerjakan soal-soal favorit nya. Tak masalah mungkin memang belum saatnya merangkai huruf :) ...
"Mudah-mudahan Hira  selalu punya rasa ingin tau yang besar"
Besok akhir minggu, Hira akan didaftarkan Ayah untuk ikut acara mewarnai,...tak sabar ingin segera sabtu....dan pulang ke rumah.

7 March 2012

Kemana Hira ?

Pekerjaan sore itu tidak terlalu banyak juga biasa saja, hanya hari ini lebih istimewa karena hari ini Ibu dan Bapak akan pergi ke Jogjakarta untuk menghadiri acara seribu harinya Almarhum Simbah Putri Manto, dan seperti biasa jalanan macet, saya harus segera pulang ke rumah.

Meski awalnya mereka sepakat pergi jam satu siang, nyatanya waktu saya sampai di depan Gang rumah, Kakak ipar saya sedang sibuk menata barang di kursi belakang mobil. Saya baru saja mau belok kedalam Gang, melihat Ibu sedang menjerit-jerit ke arah kakak ipar.

"Hiraaaa manaaa???? Hiraaa manaaa? enggak ada dirumah!!! "

Saya kaget, diotak saya jeritan itu diterjemahkan "Hira ilang dan mereka ngga tau dia ada dimana?", melihat jalanan macet, tidak mungkin rasanya kalau Hira sembarangan jalan tanpa orang yang dia kenal ke arah jalan raya atau masuk masuk ke Gang di sekitar rumah neneknya.

Demi Allah yang Maha Melindungi, seluruh badan rasanya ringan, mati-matian berpikir logis dan tidak langsung menyalahkan orang orang di rumah. Astagfirullah...dimana Hira? semua orang seperti panik, saya hanya ikut jalan dan siap siap dengan segala kemungkinan.

Ditanya tetangga, Pak Amin yang memang kebiasaannya duduk didepan rumahnya menghabiskan masa tua sambil duduk-duduk menikmati sore hari, "Tadi mah da papah kaditu neng, nyalira " (tadi dia jalan sendiri ke arah sana- red) sambil menunjuk ke arah rumah uwaknya..(uwak adalah kakak perempuan saya) dan semuanya menuju rumah kakak perempuan saya. debaran jantung ini seperti badai ya Allah, bagaimana saya harus kasih tau Ayahnya nanti kalau ada apa-apa? :(

Dan lihat, Tikus kecil itu sedang berjalan ke arah rumah uwaknya sambil menenteng sebungkus permen fox dan gitar kecil berwarna hijau sebesar telapak tangan, yang baru dibeli dari Indomart bersama neneknya tadi. Pipi kotor bekas ingus yang kering, bajunya masih sama dengan baju yang dikenakan sewaktu saya mencium pipinya tadi pagi,  dengan wajah marah dan heran memandang kami yang menyerbu dia

"Kenapah semuanya cariin Hira !!!" Hira mau ke Jogja tauuu !!! " jeritnya, lalu meracau bahwa dia tidak suka dengan ibu dan ayahnya karena pasti melarangnya ikut ke Jogja

Saya lemas, lega dia tidak kemana-mana, ternyata dia begitu antusias ingin pergi ke kota Jogja bersama nenek, aki dan kakak riza. Alhamdulillah...saya tidak mau emosi dan hanya bilang "Hira kemana aja? Ibu kangen" ...tapi shock terapy yang Allah berikan tadi lumayan membuat saya banyak berpikir...Hira adalah hidup saya...seketika saya merasa tidak hidup sampai malam tibapun saya bermimpi buruk...saya, kami harus lebih berhati-hati lagi...

"tempat permen buatan Hira"
Sore itu, Hira merajuk ingin ikut ke Jogja, tapi saya bilang kalau nenek bukan mau ke jogja tapi mau ke Dokter Bana, Aki dan Kaka Riza mau ke Mesjid karena sudah dekat magrib. Akhirnya Hira setuju untuk tidak ikut dan mengajak saya ke ruang atas.

"Hira kita bikin tempat permen yuk?"
"Iyaaah, Hira pernah nonton di tipi pake botol bekas di iket-iket, bagus deeh "

dan sore itu sebelum mandi, saya biarkan dia berkreasi dengan botol Oxy bekas, membuat tempat permen dari botol bekas mengalihkan pikirannya dari acara ke Jogja. Meski kita berdua sering adu argumen saat membuat tempat permen tersebut. saya sangat bahagia betapa saya sangat sayang sama Hira...

Ya..Allah, maafkanlah semua dosa saya...ampuni saya, lindungi selalu anak saya dimanapun, terutama saat saya sedang tidak bersamanya...Amien.

5 March 2012

dia sudah ingin sekolah

Bulan Maret adalah bulan lahir si Cikeung Fahira, tahun 2012 ini menginjak 4 tahun usianya. Saya dan Ayahnya sudah ribut duluan dan resah nyari-nyari sekolah Taman kanak-kanak untuknya, sampai jadi pikiran setiap hari menjelang tidur.

"Ayo kita siap-siap!"
Informasi yang mengharuskan kita meluangkan waktu untuk sekedar berhenti dan bertanya ke dalam gedung sekolahan taman kanak-kanak.

Setelah mulai mencari informasi, sepertinya kami merasa cocok dengan sekolah Taman Kanak-kanak yang terakhir ini, suasananya islami dan punya banyak murid, murid dibagi menjadi beberapa tahapan usia, mulai dari usia 3 tahun, 4 dan 5 tahun.

Kami, saya khususnya baru pertama kali mengalami momen-momen seperti ini, Hira adalah anak pertama dan semuanya juga serba pertama untuk berbagai pengalaman. Mencari sekolah dimana Hira akan menghabiskan setengah harinya membuat saya dan ayahnya berdiskusi tentang :

Lokasi

Lokasi : sudah tentu yang dekat dengan rumah tinggal sekarang dan kantor tempat saya bekerja, agar saya dapat dengan mudah menjemput jika waktu saya luang. saya berkhayal jam istirahat dikantor bisa dengan mesra menjemput dia pulang sekolah, gila ya.. ini adalah momen yang saya impi-impikan....menjemput anak pulang dari sekolah.

Jadi kalau jam istirahat ditanya mau kemana No? ..dengan bangga "jemput Hira dulu" sambil nenteng-nenteng kunci ...

Suasana belajar dan kurikulum

Suasana : insyaalloh menyenangkan dari sisi fasilitas dan banyaknya siswa yang ada disekolah tersebut. Karena kami ingin kelak Hira terbiasa menutup aurat, memakai jilbab atau hijab, maka pilihannya pasti jatuh ke TK yang seragam anak perempuan sesuai dengan kriteria tersebut. Tentu saya ingin Hira mengenal jilbab dari awal, meski saya ngga maksain dia buat pake dari bayi, tapi seenggaknya nanti disekolahan dia bisa belajar dan melihat disekelilingnya dan banyak belajar dari itu.

Biaya

Biaya : logis dan sesuai dengan kemampuan kami saat ini...Alhamdulillah senangnya, semoga kami tidak telat untuk mendaftarkan Hira bulan April ini. Semoga aja Tuhan menjodohkan Hira dengan sekolah ini dengan hasil yang baik.(-harapan saya sih seperti itu)

Ah, pagi ini jalanan Sukarno-Hatta memang macet, saya sudah pasti kesiangan jadi mumpung kesiangan saya dan si ayah mampir dulu ke Taman kanak-kanak tadi. melirik Hira masih tidur dikursi belakang, lantas saya gendong dan kami naik kelantai dua...

Ngobrol sebentar dengan ibu kepala sekolah yang ramah sekali, sesekali menceritakan apa-apa saja yang sudah Hira ketahui dan kegiatannya sehari-hari sampai kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju kantor.

"Tuh temen-temennya banyak ya, mereka lagi menggambar" kata si Ayah, Hira sepertinya senang dan agak malu-malu buat tersenyum, tapi saya bisa melihat matanya berbinar-binar, mungkin dia lebih semangat dari saya atau ayahnya.

Saya sungguh tidak sabar untuk menanti petualangan apa yang sedang menungu kami beberapa bulan ke depan,... judulnya mungkin "PETUALANGAN HARI PERTAMA DI SEKOLAH" ....