18 August 2011

ngegerundel ...

1 Hari setelah perayaan hari kemerdekaan, seperti biasa pergi kekantor dengan perasaan mulai mencoba menikmati macet sambil mendengarkan cerita berita carut marutnya kota Bandung di Radio PR FM,..mulai dari macet, tabrakan, keluhan, semua seputar hal hal yang warga share dengan sang penyiar.

Negara yang sedang hangat dengan berita kepulangan Pak Nazarudin juga sempat menghiasi berita di Radio, tapi pendapat saya sih ...pilihan pak Nazarudin untuk bungkam yang akan ditukar dengan keselamatan keluarganya saya nilai wajar, pada posisinya sekarang orang terdekatlah yang akan menguatkan hati kita dan hanya pada Alloh kita memohon pertolongan untuk dapat jalan keluarnya.

Benar atau salah saya tidak ingin berpendapat, karena pada akhirnya biasanya kebenaran yang dianut adalah "benar versi rame-rame" alias vote aja yang paling banyak punya pendapat yang sama ...

Saya sendiri mulai membatasi mengikuti berbagai pemberitaan mengenai kasus Pak Nazar ini, entah kenapa walaupun tidak ada sangkut pautnya ...saya suka merasa jengkel, marah, sesak dada, sedih dan kecewa jika melihat berita berita di TV ..apa karena kebanyakan beritanya itu mengenai kiamat-kiamat kecil yang dijadikan hiburan? atau memang orang orang lebih suka menikmati dan mempertontonkan kiamat kecil itu ? ...

Bahkan kemarin saya sempet bergunjing pagi pagi sama si Mas, saya bilang melihat berita dan mengikuti berita ...utamanya fokus ke kasusnya korupsi si bapak yang satu itu,...saya kok merasa negara ini seperti segerombolan mafia??? ...analoginya seperti mafia mafia yang ada di pelem pelem yang melakukan kesepakatan kesepakatan tertentu,...dan tapi ya memang seharuskan begitu ya? biar semuanya berjalan dengan baik gitu? kalau sudah begitu saya kemudian jenuh punya wakil rakyat yang arogan...jenuh punya pemimpin yang tidak amanah...dan jenuh menghadapi berita kriminal dan kimat kiamat kecil yang hampir seragam ...tidak adakah tontonan yang bisa memotivasi kita menjadi manusia yang lebih baik? ...atau contoh prilaku orang orang terpilih itu yang bisa dijadikan panutan ..???

Bahkan di Sinetron Para Pencari Tuhan yang saya tonton hampir setiap sahur dan buka puasa itu juga seperti menyusupkan sisi ironis bahwa budaya korupsi itu sudah dimulai dari bagian negara yang paling kecil ..yaitu lingkungan rukun tetangga dan rukun warga,... Pak RW yang dengan lihainya mengambil uang tidak halal yang dihasilkan dari tipudaya pemanfaatan kuburan almarhum baharudin (tora sudiro-sang pemeran) yang disulap jadi kuburan yang dihujani meteor dan diyakini punya keajaiban ...dan mirisnya..masyrakat di sinetron itu mudah sekali terhasut kearah yang salah ....sungguh apa yang kita lakukan kalau orang di sebelah kiri kanan depan belakang kita sudah tidak punya arah dan tidak tau mana yang benar dan mana yang salah ? ....jika saat itu terjadi apa yang ada dikepala dan hati kita saat itu ?