31 January 2010

Menghadapi ujian GE - diare

Akhirnya dikasih soal ujian yang berat ... minggu ini Hira kena GE/diare, ini udah hari ke 3 awalnya pagi-pagi, waktu bangun tiba-tiba muntah bening 2 kali, muntah sambil berdiri diatas kasurnya ..., trus pup pertama hari itu encer seperti air, keliatan banget bibir pucat kayak lemes ...dan sehari itu 9 kali pup 4 kali muntah,...hari ke dua cek timbangan berat turun 6 ons sedih sekali rasanya, sembari menahan diri buat tidak panik dan stress ...dari pertama tau diare langsung buka pedialit, dan rajin kasih hira minum + ASI , hari pertama diare sama sekali susah makan ...dikasih makan langsung muntah ...waktu hari jumat cuma berdua aja, untung hari sabtu Mas libur jadi berasa ngga terlalu berat dan repot,... cucian celana jadi banyak :p, Dno sengaja ngga pakein diapers soalnya memang harusnya begitu ...biar tau dia pup atau ngga :) ...dan memang selama ini siang udah lepas diapers.

Sabtu sore, ngerasa udah mulai nyerah takut salah ambil keputusan,...Kita berunding untuk ke Dokter atau enggak, dan akhirnya keputusannya ke Dokter. Dno ngga lulus nih ujian hometreat diare ...karena pertama : Dno takut salah ambil keputusan, kedua: berat badan udah ilang 6 ons, ...dalem ati kayak ngga yakin perasaan bilang "pasti bisa" ..tapi pas dipikir lagi kok kayak ibu yang egois ngga kasian ma Hira ..., lagipula Dokternya Hira Dokter yang bisa diajak konsultasi dan bisa nanya banyak lewat telp juga. Jadi setelah oleh-oleh AB dan obat anti mual yang dibawa dari Dokter... dan Dokter bilang belum terlambat. Bukannya ngga berpikir rasional,...Kita ngga tes fesesnya berbakteri or nggak, AB akhirnya diminumin aja ..., sekarang udah ngga muntah dan mau makan banyak...tapi pupnya masih cair :( ...

Mungkin memang sudah saatnya sembuh sih, pasti bukan karena AB, obat anti mual nya ngga tak kasihin,..ingat pesen kalo dilarang kasih obat anti mual karena akan sangat berbahaya..., kalao-kalo besok lupa kemarin cari info tentang Diare-GE catet deh disini biar entar ngga usah browsing lagi.


APA ITU DIARE

Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair, dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari, dan kadang disertai muntah. Muntah dapat berlangsung singkat, namun diare bisa berlanjut sampai sepuluh hari.Pada banyak kasus, pengobatan tidak diperlukan. Bayi usia sampai enam bulan dengan diare dapat terlihat sangat sakit, akibat terlalu banyak cairan yang dikeluarkannya.

JENIS DIARE

Penatalaksanaan diare bergantung pada jenis klinis penyakitnya, yang dengan mudah ditentukan saat anak pertama kali sakit. Pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan. Empat jenis klinis diare antara lain:

a. Diare akut bercampur air (termasuk kolera) yang berlangsung selama beberapa jam/hari: bahaya utamanya adalah dehidrasi, juga penurunan berat badan jika tidak diberikan makan/minum

b. Diare akut bercampur darah (disentri): bahaya utama adalah kerusakan usus halus (intestinum), sepsis (infeksi bakteri dalam darah) dan malnutrisi (kurang gizi), dan komplikasi lain termasuk dehidrasi.

c. Diare persisten (berlangsung selama 14 hari atau lebih lama): bahaya utama adalah malnutrisi (kurang gizi) dan infeksi serius di luar usus halus, dehidrasi juga bisa terjadi.

d. Diare dengan malnutrisi berat (marasmus atau kwashiorkor): bahaya utama adalah infeksi sistemik (menyeluruh) berat, dehidrasi, gagal jantung, serta defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral.

MENGAPA DIARE BERBAHAYA?

Diare menyebabkan kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kematian terjadi jika kehilangan sampai 10% cairan tubuh. Diare berat dapat menyebabkan kematian.

PENATALAKSANAAN

Anak dengan diare ringan dapat dirawat di rumah. Penatalaksanaan yang utama adalah menjaga agar asupan cairannya tercukupi, yaitu dengan memastikan anak tetap minum. Cairan ini dibutuhkan untuk menggantikan cairan yang hilang lewat muntah ataupun diare. Cairan sangat penting untuk diberikan, bahkan bila diare bertambah buruk.

Jangan berikan obat yang dapat mengurangi muntah atau diare. Obat-obatan itu tidak berguna dan berbahaya.

Berikan sedikit cairan namun sering. Berikan cairan semulut penuh setiap 15 menit sekali, hal ini baik diberikan untuk anak anda yang sering muntah.

HAL PENTING YANG HARUS DIINGAT

  • Bayi dan anak kecil mudah mengalami dehidrasi, oleh karena itu mereka butuh cairan yang diberikan sedikit namun sering.
  • Bayi berusia di bawah enam bulan dengan diare perlu diperiksa oleh dokter setelah 6-12 jam penanganan diare.
  • Beri minum setiap kali bayi muntah. Tetap berikan ASI untuk bayi yang masih menyusui. Bagi bayi yang minum susu formula, susu tetap diberikan sampai lebih dari 12-24 jam.
  • Berikan anak yang lebih besar satu cangkir (150-200 ml) cairan untuk setiap muntah banyak atau diare.
  • Teruskan pemberian makanan jika anak anda masih mau makan. Jangan sampai anak tidak mendapat asupan makanan sama sekali dalam 24 jam.
  • Bayi atau anak anda sangat infeksius, jadi cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air hangat, khususnya sebelum memberi makan dan sesudah mengganti popok atau celana.
  • Pisahkan anak atau bayi yang terkena diare dari anak atau bayi lain sebisa mungkin, sampai diare berhenti.

TANDA-TANDA DEHIDRASI

Derajat dehidrasi dinilai dari tanda dan gejala yang menggambarkan kehilangan cairan tubuh.

Pada tahap awal, yang ada hanya mulut kering dan rasa haus. Seiring meningkatnya dehidrasi, muncul tanda-tanda seperti: meningkatnya rasa haus, gelisah, elastisitas (turgor) kulit berkurang, membran mukosa kering, mata tampak cekung, ubun-ubun mencekung (pada bayi), dan tidak adanya air mata sekalipun menangis keras.

Dehidrasi minimal atau tanpa dehidrasi

* Status mental: baik, waspada
* Rasa haus: minum baik, mungkin menolak cairan
* Denyut nadi: normal
* Kualitas kecukupan isi nadi: normal
* Pernapasan: normal
* Mata: normal
* Air mata: ada
* Mulut dan lidah: lembap (basah)
* Elastisitas kulit: cepat kembali setelah dicubit
* Pengisian kapiler darah: normal
* Suhu lengan dan tungkai: hangat
* Produksi urin: normal sampai berkurang


Dehidrasi ringan sampai sedang (kehilangan 3 – 9% cairan tubuh):

* Status mental: normal, lesu, atau rewel
* Rasa haus: haus dan ingin minum terus
* Denyut nadi: normal sampai meningkat
* Kualitas kecukupan isi nadi: normal sampai berkurang
* Pernapasan: normal; cepat
* Mata: agak cekung
* Air mata: berkurang
* Mulut dan lidah: kering
* Elastisitas kulit: kembali sebelum 2 detik
* Pengisian kapiler darah: memanjang (lama)
* Suhu lengan dan tungkai: dingin
* Produksi urin: berkurang

Dehidrasi berat (kehilangan > 9% cairan tubuh)

* Status mental: lesu, sampai tidak sadar
* Rasa haus: minum sangat sedikit, sampai tidak bisa minum
* Denyut nadi: meningkat, sampai melemah pada keadaan berat
* Kualitas kecukupan isi nadi: lemah, sampai tidak teraba
* Pernapasan: dalam
* Mata: sangat cekung
* Air mata: tidak ada
* Mulut dan lidah: pecah-pecah
* Elastisitas kulit: kembali setelah 2 detik
* Pengisian kapiler darah: memanjang (lama), minimal
* Suhu lengan dan tungkai: dingin, biru
* Produksi urin: minimal (sangat sedikit)


PENANGANAN DI RUMAH

a. Pemberian makanan bayi

Jika ibu menyusui, ASI terus diberikan dan diberikan lebih sering. Bayi dengan susu formula boleh diberikan cairan rehidrasi oral selama 12 jam pertama, setelah itu dilanjutkan dengan pemberian susu formula lebih sedikit dari jumlah yang biasa diberikan, namun diberikan lebih sering.

b. Cairan Rehidrasi Oral (CRO)/Clear fluid

Anak dengan diare harus terus minum CRO atau clear fluid. CRO yang kita kenal bisanya oralit (dalam bentuk kantung sachet dengan atau tanpa rasa tambahan) atau CRO khusus anak (yang tersedia dalam kemasan botol plastik dengan aneka rasa). Cairan tersebut dapat dibeli di apotek atau toko obat, tapi bila tidak tersedia dapat diberikan CRO lain seperti yang disebutkan di bawah ini. Untuk bayi hingga usia sembilan bulan, pembuatan CRO harus menggunakan air mendidih yang telah didinginkan.
CRO

Oralit

CRO khusus anak (kemasan botol)

Larutan gula

Limun (bukan yang rendah kalori)

Jus Buah

CARA MEMBUAT

Satu sachet dilarutkan dengan dua gelas (400 ml) air

siap digunakan

Satu sendok makan gula dilarutkan dengan dua gelas (200 ml) air

Satu gelas limun dilarutkan dengan empat gelas (800 ml) air

Satu gelas jus dilarutkan dengan empat gelas (800 ml) air

PERHATIAN: Minuman mengandung gula harus diencerkan, karena terlalu banyak gula pada bayi kecil dapat memperberat diare.

PEMBERIAN CRO BERDASARKAN BERAT DAN DERAJAT DEHIDRASI

BERAT SAAT INI
[kg]

DERAJAT DEHIDRASI

SEDANG (4-6%) BERAT (>7%)
ml/jam
0 – 6 jam
ml/jam
7 – 24 jam
ml/jam
0 – 6 jam
ml/jam
7 – 24 jam
3.0 kg 25 20 45 20
4.0 kg 35 30 60 30
5.0 kg 45 35 75 35
6.0 kg 55 40 90 40
7.0 kg 60 45 100 45
8.0 kg 70 50 115 50
9.0 kg 80 55 130 55
10 kg 90 60 150 60
12 kg 105 65 175 65
15 kg 135 70 220 70
20 kg 175 85 290 85
30 kg 260 90 440 90


MAKANAN

Anak awalnya akan menolak bila diberi makan. Hal ini bukan masalah selama CRO tetap diberikan. Anak dapat diberikan makanan apa saja yang mereka suka, dan berikan setiap kali mereka ingin makan, dan jenis makanan tidak dibatasi. Anak tidak boleh berhenti makan lebih dari 24 jam.


KE RUMAH SAKIT BILA

  • Anak tidak mau minum dan tetap muntah dan diare.
  • Anak dengan diare yang sangat banyak (8-10 kali atau 2-3 kali diare dalam jumlah yang banyak), atau diare berlangsung lebih dari sepuluh hari.
  • Anak muntah terus-menerus dan tidak bisa menerima asupan cairan.
  • Anak dengan gejala dehidrasi yaitu TIDAK/JARANG KENCING, PUCAT, BERAT BADAN TURUN, KAKI DAN TANGAN DINGIN, MATA CEKUNG, ATAU SUSAH BANGUN.
  • Anak dengan sakit perut hebat. atau
  • Orangtua khawatir dengan alasan apapun.


DIARE DAN MENYUSUI

Meningkatkan upaya menyusui dengan ASI pada bayi sampai usia 6 bulan dapat menyelamatkan kurang-lebih 1,5 juta bayi setiap tahunnya. Sampai dengan 55% kematian pada bayi akibat penyakit diare dan infeksi saluran napas akut terjadi akibat upaya menyusui yang tidak tepat. Upaya menyusui optimal bagi kesehatan anak dan pertumbuhannya adalah memberikan ASI dalam beberapa jam setelah melahirkan, ASI eksklusif selama enam bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada waktunya dengan makanan yang tepat, serta meneruskan memberikan ASI sampai umur dua tahun atau lebih.

Selama enam bulan pertama, bayi harus diberikan ASI eksklusif. Hal ini berarti bahwa bayi yang sehat hanya menerima ASI, dan tidak ada cairan lain termasuk air putih, teh, jus, dan susu formula. Bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih jarang mengalami diare atau mengalami kematian akibatnya, dibandingkan bayi yang tdak mendapatkan ASI, atau mendapatkan ASI tidak eksklusif. Memberikan ASI juga melindungi bayi dari risiko alergi, dan infeksi lain seperti penumonia.

Jika tidak memungkinkan memberikan ASI, susu sapi atau susu formula sebaiknya diberikan menggunakan cangkir. Hal ini mungkin sekalipun terhadap bayi kecil. Botol susu jangan digunakan karena sukar dibersihkan dan dengan mudah membawa organisme yang menyebabkan diare.

Risiko lain juga terjadi pada bayi yang mulai mendapatkan MPASI. Hal ini dikarenakan potensi kuman yang terdapat dalam makanan, dan kehilangan perlindungan dari ASI yang memiliki potensi anti infeksi. Untuk itu perlu mempersiapkan makanan bergizi, dan higienis dalam penyajiannya.

(Farian Sakinah (Ian) dan Arifianto (Apin)/NIH )

Sumber dari milis sehat

No comments: