6 December 2009

TIPS untuk perawatan komposter Takakura

Nah dipikir-pikir penting juga buat meringkas beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan komposter Takakura dan pembuatan kompos, jadinya ini Dno catat disini aja.. biar suatu saat bisa dibaca lagi kalau lupa...maklum sesekali kalo bingung bisa nengok kesini ...

Bagaimana dan apa saja sampah di rumah untuk dimasukan kedalam komposter ?
  • Sampah dipilah kalau didapur dipisah mana yang plastik dan sisa potongan sayuran or sisa makanan...
  • Sisa buah-buahan, sisa sayuran Dipotong, ukuran2 – 5cm, contoh kangkung yang sisanya suka panjang2 itu dipotong2 dulu karena semakin kecil potongan, semakin cepat proses pembusukan.
  • Sisa makanan kita : sayur --> tiriskan pake saringan
  • Lalu kalau sudah baru dimasukan ke komposter, tutup lagi pake kasa isi sekam bakar (sumber karbon kan ini: dapat mengurangi muncul larva lalat juga mempercepat proses pembusukan) kalau ngga ada sekam bakar bisa pake dedak, sekam, serbuk gergaji, pupuk kandang, kompos
  • Jangan lupa mengaduk komposter supaya cepat busuk
  • Kalau mau panen kompos sebaiknya pakai sarung tangan plastik ..biar kalo nemu larva bisa ambil trus dibuang ...mengurangi rasa jijik.
Cara kerja:
  • Sampah dapur yang dimasukkan di Keranjang Takakura sebaiknya dalam materi yang kecil. Semakin kecil materi, semakin mudah diuraikan. Untuk sisa sayur dan buah, potonglah kecil-kecil.
  • Gali starter kompos di dalam keranjang tersebut dengan cetok. Luasan dan kedalaman galian, sesuaikan dengan banyaknya sampah yang hendak dimasukkan.
  • Masukkan sampah pada lubang yang digali. Tusuk-tusuk sampah tersebut dengan cetok.
  • Timbun sampah tadi dengan kompos di tepian lubang.
  • Tutup kompos tersebut dengan bantalan sekam.
  • Tutup permukaan keranjang dengan kain.
  • Yang terakhir, tutuplah dengan tutup keranjang.
Masalah yang sering timbul dan cukup mengganggu :
  • Lalat dan larva lalat (belatung)
biasanya karena daging, tulang, dan minyak masuk ke komposter, ini bisa mengundang lalat masuk dan bertelur solusi : kalau sudah muncul belatung tambahkan sekam dan aduk-aduk supaya belatung mati, masukan sampah baru subuh atau habis magrib biar kalau ada lalat ..lalatnya masih buta :p
  • Bau
Sampah terlalu penuh dan padat, atau malah lembek solusi tambahkan sumber karbon ini terjadi karena didalam kurang oksigen, ditambahin sekam bisa jadi agak kering
  • Lindi - air sampah
Biasanya karena memasukan sampah basah, tidak ditiriskan solusi jemur atau tambahkan sumber karbon

Catatan:
Letakkan Keranjang Takakura di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.
Bila kompos kering, perciki air bersih sambil diaduk merata. Suhu ideal adalah 60 derajat celsius.

Cara Pemanenan
Bila kompos di dalam Keranjang Takakura telah penuh, ambil 1/3-nya dan kita matangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya.

Pertanyaan-pertanyaan Umum Seputar Keranjang Takakura

Sejak diluncurkan tahun lalu, Keranjang Takakura telah dipakai puluhan ribu keluarga. Apa saja pertanyaan-pertanyaan pemakainya?


- Di mana tempat yang tepat untuk menempatkan Keranjang Takakura?
Salah satu kelebihan Keranjang Takakura adalah praktis, mudah dipindah-pindah dan bisa ditempatkan di mana saja. Bahkan di dapur pun bisa. Prinsipnya, tempat tersebut tidak terkena sinar matahari langsung dan memiliki sirkulasi udara yang bagus.

- Apakah sampah yang dimasukkan dalam Komposter Takakura akan menimbulkan belatung?
Tidak ada belatung pada Keranjang Takakura kendati setiap hari, para pemakai memasukkan sampah. Asal belatung adalah dari telur lalat. Kendatipun lalat telah bertelur pada makanan dan makanan tersebut dimasukkan ke Keranjang Takakura, telur lalat tersebut tidak akan menjadi belatung karena bahan-bahan yang ada di dalam keranjang takakura, misalnya, sekam, tidak memungkinkan perkembangbiakan belatung.

- Apakah timbul bau busuk dalam pemakaian?
Tidak. Namun untuk sayuran basi sebaiknya dicuci dulu dan ditiriskan, baru dimasukkan ke Keranjang Takakura.

- Apakah Keranjang Takakura bisa dipakai untuk keluarga besar?
Keranjang Takakura dedesain untuk ukuran sampah rumah tangga sehari-hari dengan maksimum penghuni 7 orang. Bila jumlah anggota keluarga lebih dari itu, sebaiknya memakai Keranjang Takakura lebih dari satu buah.

- Bagaimana kita tahu, Keranjang Takakura berfungsi dengan baik atau tidak?
Cara paling gampang adalah dengan meletakkan telapak tangan kita kurang lebih 2 cm di atas kompos. Bila terasa hangat, bisa dipastikan proses pengomposan berjalan dengan baik. Bakteri yang mendukung proses pengomposan sedang bekerja. Bila telapak tangan tidak terasa hangat, bakteri tidak bekerja maksimal. Bisa jadi kompos starter tersebut terlalu kering hingga memerlukan air. Percikkan air pada kompos tersebut. Pelan-pelan, suhu dari starter tersebut akan meningkat dengan bekerjanya mikroorganisme yang mengubah sampah menjadi kompos.

- Apakah sampah yang dimasukkan harus dicacah lebih dulu?
Ya, proses perubahan sampah organik menjadi kompos akan lebih cepat terjadi bila sampah yang berasal dari sayur ataupun buah-buahan dicacah terlebih dahulu.

- Bahan-bahan apa saja yang bisa dimasukkan dalam Keranjang Takakura?
Sisa sayur dan sisa-sisa masakan ataupun buah-buahan. Caranya dengan memotong kecil-kecil (mencacah) buah ataupun sayuran. Upayakan memasukkan sayuran yang belum basi. Bila sayuran telah basi, cuci dulu sayuran tersebut, tiriskan, dan bisa dimasukkan ke komposter Takakura.

- Berapa bulan Keranjang Takakura penuh dan bagaimana penanganannya bila sudah penuh?
Umumnya, keranjang Takukura penuh antara 2-4 bulan, tergantung jumlah sampah yang dimasukkan. Bila sudah penuh, ambil sepertiga bagian paling atas. Kompos yang diambil tadi didiamkan 14 hari, barulah bisa dipakai. Sedangkan yang tetap tinggal di keranjang, bisa dipakai sebagai starter untuk pengomposan kembali.

- Apa fungsi-fungsi kardus dan bantal sekam pada unit komposter Takakura?
Kenapa dipilih kardus, karena kardus tidak kedap udara. Bisa saja diganti denga media lain, misalnya karpet. Sistem pengomposan Takakura tergolong aerob di mana bakteri tergantung pada pasokan udara. Kardus juga berfungsi sebagai perangkap starter kompos agar tidak tumpah, karena keranjang yang dipakai memiliki lubang yang relatif besar. Sedangkan bantal sekam di bagian bawah keranjang berfungsi sebagai penampung air lindi dari sampah bila ada, sehingga bisa menyerap bau. Bantal sekam juga berfungsi sebagai alat kontrol udara di tempat pengomposan agar bakteri berkembang dengan baik.

sumber :
http://keranjangtakakura.blogspot.com
mbah google