27 March 2006

Dalam sebuah mimpi….

Ketika kita saya merasa enggan untuk bicara tentang realita, yang muncul dalam benak dan dihadapan mata justru realita. Rutinitas yang membuat saya menjadi buta secara emosi dan cacat mental seperti sebuah penyakit kulit yang sudah lama menempel pada tubuh manusia tanpa kesadaran...kesemuanya muncul karena ketidakpedulian atau pengabaian...


Mata saya terbuka, dan tubuh melakukan prosesnya secara biasa dan normal, tapi sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata seperti dalam keadaan sakit, warna hitam yang selalu saya kenakan adalah warna yang memang ingin saya tunjukan bahwa saya butuh diperhatikan dan butuh pertolongan...yang mungkin hanya beberapa orang saja yang tahu untuk mengartikan itu...bukan ingin mengabaikan warna indah yang lain...hanya saja..mereka terlalu ramai untuk dibicarakan... dalam keadaan seperti ini ...hanya hitam dan hitam...


Saya hanya seorang manusia yang memenuhi hari dengan kepalsuan dalam tawa..., dan merasa sok paham dengan kebahagiaan yang saya definisikan menjadi kerisauan dan kesedihan…, seorang manusia yang memposisikan diri terlalu tinggi untuk diraih oleh orang yang tidak sanggup mengikuti jalan pikiran saya..dengan seribu kerumitan yang ada...saya adalah seorang perempuan yang duduk dalam gerbong yang sedang melewati terowongan yang gelap...dimana didalamnya hanya ada sesuatu hal sederhana tapi rumit.


Sibuk dengan amarah dan rasa benci pada diri sendiri..., menghakimi dan menyalahkan sesuatu hal yang mustahil jadi objek penderita atau masa melarikan sesuatu. Dan akhirnya adalah sesuatu yang menunggu orang untuk bilang “sungguh malang nasibmu”..., tapi bukan kemalangan itu yang keluar dari mulut mereka yang melihat....itu hanya rasa kasihan ! dan saya tidak butuh itu !


Saya merasa sedih untuk benci mengakui orang orang yang menyebabkan saya lahir! hati saya dipenuhi dengan rasa dengki, dan luka yang menganga...entah apa yang telah saya buat pun di hari kemarin, dosa atau perlakuan apa yang telah berlangsung pada zaman sebelum saya atau pada saat saya? saya merasa tidak mengenal siapa saya ? akankah kamu ! atau kamu ! atau kamu ! atau kamu ! ...yang selama ini telah menjadikan saya seperti ini...dan lihat ...hanya saya yang berusaha mencari siapa kambing hitam ? atau ini adalah saya semuanya ! ...saya tak siap mati....!! belum siap sedikitpun ...tapi saya enggan merasa hidup !!