5 December 2005

Apa yang terjadi kalau hati sudah merasa lelah, itu yang jadi pertanyaan dia pagi ini…

Waktu dia duduk dan ngeliat cahaya lilin di kamar kemarin ….kamu tau nggak kalo dia waktu itu lagi kangen, waktu jalan menuju pulang dan memperhatikan orang-orang kemarin…dia juga kangen sama kamu, bahkan nangis waktu denger lagu kalian diputar di salah satu café yang dia lewati, tapi waktu ngeliat matahari…sekarang….dia sama sekali nggak kangen sama kamu….

…, apa kamu yakin untuk mencoba semua ini?” senyum tapi rasanya tidak mau percaya bahwa aku masih punya keberanian untuk itu. Bagi kamu semua ini mungkin akan terasa biasa saja, tapi sebenarnya aku menangis ..dan cengeng, aku ingin kamu kasih aku kepastian deh, setidaknya akan menjadi sebuah happy ending-kah atau sekedar cerita sinetron yang berkepanjangan? Kalimat itu beberapa kali terlontar dari mulut kamu

Bukan pengen melankolis dan tidak setegar biasanya, tapi memang sekarang ini lagi nggak pengen pura-pura,…jangan salahin dia ya kalo dia mulai nggak suka sama kamu dan nggak ngejadiin kamu sebagai orang yang harus dia utamakan, rasanya semua yang terjadi sekarang, terjadi juga karena kamu, dia mulai bosan dengan semua ini. semua seperti pagi dan sore buat dia.

Kamu sibuk kerja, dia kerja tapi kalian selalu punya waktu luang untuk ketemu…, ketawa-ketawa atau saling cerita tentang kejadian hari ini…semuanya seperti sempurna, anehnya kamu nggak pernah mengeluh…dan dia juga menikmati itu, seperti biasa saja…

Masalahnya bukan apa-apa, kamu baik, kamu sayang, kamu perhatian, dan mengerti apa yang dia bicarakan, semua yang kamu lakukan sepertinya sudah cukup menunjukan segala yang wanita inginkan, tapi mungkin yang harus dia sadari disini adalah “dia nggak bener-bener sedalem itu deh kayaknya” dan kamu nggak usah bertanya setiap hari dia sayang sama kamu atau enggak…karena jawabanya pasti iya dan selama ini dia melakukan segala yang kamu inginkan ..iya kan , tapi dia nggak bener bener sedalem itu deh kayaknya.

Entah kenapa, seharusnya dia bilang itu dari 6 tahun yang lalu…waktu semua udah berjalan setengah tahun…perasaan tidak yakin itu sudah ada, tapi tetep aja kamu atau dia memutuskan untuk melihat besok, apa yang terjadi sekarang…mungkin sama dengan kemarin karena dia pikir kalian terus berjalan ditempat.

Atau cuma keragu-raguan yang terus aja nempel dikepala dia…sementara kamu seperti yakin? Atau kebalikannya ? Hanya saja “dia nggak bener-bener sedalem itu deh kayaknya” dia cuma menunggu kamu pergi dengan cara yang memang seharusnya kamu tau itu.

.

No comments: