17 December 2005


Otak jorok dan nggak bisa dibawa mikir, malam berakhir pada jam 00.00, dingin dan cuma jalanan agak sepi dibanding tadi siang, tapi malam tadi anak-anak jalanan masih bisa main petak umpet di tempat parkir…. nggak ada satupun harapan untuk ngeliat atau ketemu makhluk halus malem tadi.

Iya, bersama dengan kawan-kawan ketawa-ketawa lepas, rasanya seperti nyabut bulu ketek yang sakit-sakit tapi enak (ga terbiasa pake produk yang bintang iklannya Dewi Sandra) …mereka sangat lucu dan kocak melebihi pelawak pelawak senior yang ada di dunia ….akhirnya gue memutuskan untuk balik,…uh indahnya malam ini.

Lembaran kertas dan kamar yang mulai merasa diabaikan protes-protes karena gue baru datang, Kamar yang sekarang fungsinya seperti tempat singgah selama 6 jam. Kayaknya gw butuh refreshing deh…hari ini kepala seperti dibubuhi masako yang rasanya nggak karuan…tidurlah gw dengan lagu Tatu….
Hari ini ..lumayan,…reminder bangun pagi bunyinya seperti lonceng gereja…merdu sekali ditelinga, seperti telepon pacar gue yang bilang “pagi sayang, bangun dong udah siang” ..tapi gw masih ogah buat bangun…narik selimut dan mencari kenikmatan ketiga di dunia…kemenangan di pagi hari ….

Hoiii….gaweee, disini airnya masih dingin, tapi ini memang harus terjadi, kalo nggak pengen kena penyakit kulit…tapi didalam kamar mandi gue sepertinya selalu memulai kenarsisan gw dengan pujian dan senyuman sambil bilang “pagi deno…lo cakep banget hari ini…” didepan cermin yang udah retak sebelah…, walau kadang kalo berdiri kurang tepat mata seperti terlihat ada 4 dan hidung jadi 3 ….oh kepalsuan ada pada diriku..yang tidak sadar sedang melakukan pelecehan terhadap karakter.

Sore ini semua terasa ringan…mata menjadi kabur karena sore begitu gelap,…sial hujan datang lagi, betapa tidak kompromi dengan keinginan aku untuk memeluk seseorang yang tidak dekat dengan aku…, Bandung sudah terlalu banyak menangis sepertinya, bukan harapan lagi tapi sudah jadi keinginan yang pasti gw pengen mengangkat kaki tinggi-tinggi karena aku pake celana bukan rok ! sudah terlalu penuh dengan kebosanan yang harus disyukuri.

Masalahnya bukan pada hujan, tapi pada hati yang salah tertambat…, dan kesalahan yang selalu terulang-ulang seperti sebuah lingkaran hitam di bawah mata…kurang tidur sepertinya hanya sebuah alasan untuk mencari cari kambing hitam dari sebuah pengakuan yang katanya penuh kejujuran …atau mungkin kepalsuan.

Seandainya saja sekarang tidak hujan…maka air yang harusnya mengalir diatas jalanan tertarik kedalam tanah…seperti perasaan gw yang lambat laun sudah terlalu dalam meresap…sadar atau tidak…sebuah pengakuan itu susah adanya untuk diungkapkan…dan masing-masing orang punya cara komunikasi yang berbeda…

Akan tetap melakukannya atau melihat kembali kedalam lapisan yang ada pada bawang putih ? semua terlalu susah untuk diterka…dan lambat laun …gw bosan ngetik dengan kalimat itu itu saja dan inti cerita yang sama…lagu yang sama…mata yang sama….perasaan yang sama…dan tertawa yang sama… bukan tidak ada dan nggak dapet padanan kata yang sama ….tapi hari ini gw pengen teriak ******….gw bosan !

5 December 2005

Apa yang terjadi kalau hati sudah merasa lelah, itu yang jadi pertanyaan dia pagi ini…

Waktu dia duduk dan ngeliat cahaya lilin di kamar kemarin ….kamu tau nggak kalo dia waktu itu lagi kangen, waktu jalan menuju pulang dan memperhatikan orang-orang kemarin…dia juga kangen sama kamu, bahkan nangis waktu denger lagu kalian diputar di salah satu cafĂ© yang dia lewati, tapi waktu ngeliat matahari…sekarang….dia sama sekali nggak kangen sama kamu….

…, apa kamu yakin untuk mencoba semua ini?” senyum tapi rasanya tidak mau percaya bahwa aku masih punya keberanian untuk itu. Bagi kamu semua ini mungkin akan terasa biasa saja, tapi sebenarnya aku menangis ..dan cengeng, aku ingin kamu kasih aku kepastian deh, setidaknya akan menjadi sebuah happy ending-kah atau sekedar cerita sinetron yang berkepanjangan? Kalimat itu beberapa kali terlontar dari mulut kamu

Bukan pengen melankolis dan tidak setegar biasanya, tapi memang sekarang ini lagi nggak pengen pura-pura,…jangan salahin dia ya kalo dia mulai nggak suka sama kamu dan nggak ngejadiin kamu sebagai orang yang harus dia utamakan, rasanya semua yang terjadi sekarang, terjadi juga karena kamu, dia mulai bosan dengan semua ini. semua seperti pagi dan sore buat dia.

Kamu sibuk kerja, dia kerja tapi kalian selalu punya waktu luang untuk ketemu…, ketawa-ketawa atau saling cerita tentang kejadian hari ini…semuanya seperti sempurna, anehnya kamu nggak pernah mengeluh…dan dia juga menikmati itu, seperti biasa saja…

Masalahnya bukan apa-apa, kamu baik, kamu sayang, kamu perhatian, dan mengerti apa yang dia bicarakan, semua yang kamu lakukan sepertinya sudah cukup menunjukan segala yang wanita inginkan, tapi mungkin yang harus dia sadari disini adalah “dia nggak bener-bener sedalem itu deh kayaknya” dan kamu nggak usah bertanya setiap hari dia sayang sama kamu atau enggak…karena jawabanya pasti iya dan selama ini dia melakukan segala yang kamu inginkan ..iya kan , tapi dia nggak bener bener sedalem itu deh kayaknya.

Entah kenapa, seharusnya dia bilang itu dari 6 tahun yang lalu…waktu semua udah berjalan setengah tahun…perasaan tidak yakin itu sudah ada, tapi tetep aja kamu atau dia memutuskan untuk melihat besok, apa yang terjadi sekarang…mungkin sama dengan kemarin karena dia pikir kalian terus berjalan ditempat.

Atau cuma keragu-raguan yang terus aja nempel dikepala dia…sementara kamu seperti yakin? Atau kebalikannya ? Hanya saja “dia nggak bener-bener sedalem itu deh kayaknya” dia cuma menunggu kamu pergi dengan cara yang memang seharusnya kamu tau itu.

.